Home » Sepak Bola » Ketika Juve Terus Bangkit

Ketika Juve Terus Bangkit


Ketika Juve Terus Bangkit

Ketika Juve terus bangkit. betul-betul bak mesin diesel, Tampil dingin di pekan-pekan awal, makin garang setelah mulai panas. Pelan-pelan, Juventus menemukan kembali permainan terbaiknya. Kali ini, yang harus merasakan kebangkitan beruntun Si Nyonya Tua adalah AS Roma. Tim serigala Ibukota itu harus pulang ke Roma dengan kekalahan 1-0.

Bermain di Juventus Stadium, Kota Turin. AS Roma sebetulnya mampu menahan permainan Juventus selama babak pertama. Namun secara keseluruhan, Juventus terlihat lebih mendominasi pertandingan. Pengusaan bola Juventus yang terdapat pada statistik pertandingan yang dicatat oleh BOLAQQ188.COM SITUS BANDAR JUDI BOLA ONLINE DAN AGEN TARUHAN BOLA RESMI INDONESIA mencapai 55%. Para pemain Juventus berhasil melakukan 7 kali tendangan mengarah ke gawang dan 1 gol di pertengahan babak kedua. Pertandingan yang diadakan pada 25 Januari 2016 itu berhasil membuat Juventus tetap menempel Napoli di puncak klasemen Seri A. Sebaliknya, kekalahan ini mengantarkan Roma ke posisi 5 klasemen Seri A. Hingga saat ini, Roma baru mengoleksi 35 poin.

Ketika Juve Terus Bangkit

 

Ketika Juve Terus Bangkit

Dari informasi SPORTSBOOKQQ188.NET AGEN BOLA SBOBET DAN BANDAR JUDI BOLA TERPERCAYA INDONESIA, yang menyaksikan pertandingan lansung distadium, menceritakan bahwa ketika pertandingan yang baru berjalan sekitar 6 menit, Leonardo Bonucci melesatkan tendangan jarak jauh ke gawang Roma. Tendangan keras tepat sasaran ini membuat Szczesny pontang-panting. Ia harus terbang menepis tendangan keras itu.

Gayung bersambut! 5 menit setelahnya, Alessandro Florenzi melakukan hal yang sama ke gawang Juventus. Gianluigi Buffon dikejutkan oleh tendangan jarak jauh Florenzi. Beruntungya, tendangan itu tidak mengarah ke sasaran.

Upaya tendangan keras dari luar kotak pinalti terus berlanjut. Pada menit ke 23 Patrick Evra yang mencoba peruntungan. Tendangan kerasnya dari sisi kanan gawang Roma cukup membuat pemain bertahan Roma getir.  Meski belum berhasil menjebol gawang Roma, namun upaya gerendel tendangan keras ini tampaknya menjadi bagian dari strategi Juve.

Pada menit ke 34, Juventus punya peluang emas. Kali ini Sami Khedira yang memperoleh ruang dalam mencetak gol. Menerima sodoran Dybala, Khedira melakukan tendangan keras. Namun sayang, tendangannya masih bisa di block Szczesny.

Seolah tidak mau dibombardir begitu saja, di penghujung babak pertama, Florenzi melakukan perlawanan. Kali ini dengan sebuah tendangan keras dari sudut sempit, bola menyamping di kanan gawang Buffon.  Skor babak pertama pun kacamata.

Suasana Babak Kedua

Chielini memulai babak kedua dengan pergerakan yang membahayakan Roma. Tendangannya berhasil mengejutkan kiper AS Roma. Sebaliknya, Roma baru bisa tampil lepas setelah menit ke 60. Pasalnya, mereka terus dikepung Juventus sejak awal babak kedua. Pada menit 64, Raja Nainggolan melepaskan tendangan  keras. Namun tendangan ini berhasil dimentahkan barisan pertahanan Juventus.

Kebuntuan pun berakhir. Dybala lagi-lagi punya kelas sendiri. Namanya tercatat di papan skor setelah menerima umpan terukur Paul Pogba. Memanfaatkan momentum serangan balik, pada menit 77, Dybala sukses meneruskan umpan Pogba dan menyorongkan bola ke dalam gawang. Beberapa pemain Roma mengira Dybala terperangkap offside. Namun wasit melihat lain. Dybala lepas dari pengawalan dan berhasil memecah kebuntuan.

Unggul 1-0 tidak menghentikan upaya Juventus untuk menambah keunggulan. Pada menit ke 86, lagi-lagi Evra berhasil menusuk ke tepi kanan kotak penalty Roma. Hanya saja, sepakan keras Evra masih bisa dimentahkan kiper Roma. Praktis ini lah peluang terakhir yang diciptakan Juventus pada pertandingan itu.

Susunan Pemain

Juve turun dengan kekuatan penuh. Juve bermain dengan formasi 4-4-2. Berdiri sejajar di lini belakang aalah Barzagli, Bonucci, Chiellini dan Lichtsteiner. Di lini tengah juga berdiri 4 gelandang sejajar yakni Pogba, Khedira, Marchisio. Di depan ada duo Mandzukic dan Dybala. Alvaro Morata masuk pada menit ke 84 menggantikan Dybala.

Roma pun juga turun dengan formasi penuh. Mengusung taktik yang hampir mirip, Roma menjadikan Nainggolan sebagai pengatur serangan, didampingi Pjanic di sisi sayap dan Florenzi di lini tengah. Di depan ada Edin Dzeko dan Muhammed Salah. Di belakang, Roma memasang Manolas, Rudiger, Vainqueur, serta Digne.

Ketika Juve terus bangkit, tim-tim besar Seri A harus mulai waspada ! Kebangkitan Juve ternyata meramaikan jumlah pemasang taruhan di agen sbobet seluruh dunia, sobat semua bisa langsung membuktikannya dengan mengunjungi situs agen bola online sbobet terbaik dan terpercaya di asia.

Simak juga artikel saya yang lainnya yaitu :

  1. cemeqq288.com situs agen judi ceme online indonesia
  2. SlotQQ188.com Situs Bandar judi slot games online dengan jackpot slot mesin uang asli
  3. PokeronlineQQ188.com situs bandar dan agen judi poker uang asli terbesar dan terpercaya indonesia

Baiklah teman – teman sekian dulu artikel saya kali ini, semoga informasi yang sampaikan kali ini, bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nawala unblocker [x]

QQ Mobile